8 Langkah Berlindung Dari Tuyul

0
110

PERTANYAAN
Di kampung saya masyarakat sekitar di resahkan dg banyak yg kehilangan uang dg tiba2. Pertanyaan:
1. Apa yg harus di lakukan u mengatasi masalah ini.
2. Benarkah tuyul dan sebangsanya itu ada dan memang bisa di pekerjakan u curi2 uang?
Syukron ust atas jawabannya. (+62 823 751x xxxx)

JAWABAN
Wa ‘alaikumussalam warahmatullah,

Tuyul adalah bentuk lain dari jin yang diyakini dalam imajinasi budaya di Indonesia. Hampir tidak ditemukan ada di negara lain. Umumnya, setiap negara memiliki imajinasinya. Sejatinya, semua itu mudah bagi jin, karenanya fokus melihat hal ini adalah pada hakikat gangguan jin, bukan pada tuyulnya.

Yang dapat dilakukan seorang Muslim terhadap gangguan jin adalah dengan:

  1. Menguatkan Aqidah sebagai benteng utama segala gangguan yang bersifat ghaib
    Hal ini dilakukan dengan menanamkan iman dan menghayati seluruh konsekuensinya, yang dibangun di atas kalimat Laa Ilaaha Illallaah, sehingga lahirlah persepsi yang benar, internal state of mind, yang menjadikan seluruh gangguan yang ghaib tidak memiliki kekuatan, karena keyakinan hanya kepada Allah SWT semata.
  2. Menguatkan perlindungan Allah SWT melalui Wirid dan Dzikir di waktu pagi dan petang
    Hal ini dilakukan dengan Tilawah Al-Quran dengan tadabbur, Dzikir Al-Ma’tsurat (yang memiliki nash dari Al-Qur’an dan As-Sunnah) dan Dzikir dari para ‘ulama yang otoritatif.
  3. Memasuki rumah dan keluar rumah dengan do’a dan dzikir
    Dari Jabir bin Abdillah r.a., bahwa Nabi SAW pernah bersabda,

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ، وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ، فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

“Jika seseorang masuk rumahnya dan dia mengingat nama Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan akan berteriak: ‘Tidak ada tempat menginap bagi kalian dan tidak ada makan malam.’ Namun jika dia tidak mengingat Allah ketika masuk maka setan mengatakan, ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’ dan jika dia tidak mengingat nama Allah ketika makan maka setan mengundang temannya, ‘Kalian mendapat jatah menginap dan makan malam’.” (HR. Muslim)

  1. Menutup berbagai perlengkapan penting di rumah dengan do’a penuh keyakinan
    Rasulullah SAW pernah bersabda:

غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، وَأَغْلِقُوا الْبَابَ، وأطفؤا السِّرَاجَ، فإن الشَّيْطَانَ لَا يَحُلُّ سِقَاءً، ولا يَفْتَحُ بَابًا، ولا يَكْشِفُ إِنَاءً، فَإِنْ لم يَجِدْ أحدكم إلا أَنْ يَعْرُضَ على إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ، فَلْيَفْعَلْ

“Tutuplah bejana, ikatlah geribah (tempat menyimpan air yang terbuat dari kulit), tutuplah pintu, matikanlah lentera (lampu api), karena sesungguhnya setan tidak mampu membuka geribah yang terikat, tidak dapat membuka pintu, dan tidak juga dapat menyingkap bejanan yang tertutup. Bila engkau tidak mendapatkan tutup kecuali hanya dengan melintangkan di atas bejananya sebatang ranting, dan menyebut nama Allah, hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim)

  1. Jagalah apa yang Allah ridhai di dalam rumah dan di luar rumah
    Apa yang dijaga di dalam rumah seperti membuang patung-patung atau gambar-gambar yang membuka aurat, dan menjauhkan dari lagu-lagu yang tidak memiliki sya’ir yang baik. Adapun di luar rumah adalah dengan menutup aurat dan menjaga diri dari kemaksiatan.
  2. Membaca Surat Al-Baqarah di dalam rumah
    Dari Abu Umamah al-Bahili r.a. berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW pernah bersabda:”

  اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ ‏

“Bacalah oleh kalian surat Al Baqarah; karena mengambilnya adalah keberkahan dan meninggalkannya adalah kerugian, dan para tukang sihir tidaklah mampu (menggelincirkannya dari kebenaran)”. (HR Muslim no. 804)

  1. Membaca do’a keluar rumah
    Dari Anas bin Malik r.a., Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ قَالَ « يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ ».

“Jika seseorang keluar rumah, lalu dia mengucapkan “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah” (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu: “Engkau akan diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga”. Setan pun akan menyingkir darinya. Setan yang lain akan mengatakan: “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan?!” (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi)

  1. Membaca do’a perlindungan sebelum tidur
    Banyak do’a yang dapat dibaca dalam hal ini, di antaranya amalah dari Syaikh Ahmad al-Shawi sebagaimana dituliskan oleh Imam an-Nawawi al-Bantani dalam Kasyifah al-Syaja, Syarh Safinah al-Naja, Cetakan Darul Ihya, hlm. 3, dengan memperbanyak membaca Basmalah.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

(Bismillâhirrahmânirrahîm)
“Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

Disebutkan:

ومن خواصها إذا تلاها شخص عند النوم إحدى وعشرون مرة أمن تلك الليلة من الشيطان وأمن بيته من السرقة وأمن من موت الفجأة وغير ذلك من البلايا

“Di antara khasiat atau keistimewaan basmalah adalah, jika dibaca seseorang sewaktu akan tidur sebanyak 21 kali, maka pada malam itu ia akan aman dari gangguan setan, rumahnya akan aman dari kemalingan, aman dari kematian mendadak, dan aman dari berbagai petaka lainnya.”

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ دِيْنَنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا وَأَمْوَالَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ أَعْطَيْتَنَا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي كَنَفِكَ وَأَمَانِكَ وَجِوَارِكَ وَعِيَاذِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِيْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

(Allâhumma innâ nastahfidhuka wa nastaudi‘uka dînanâ wa anfusanâ wa ahlanâ wa aulâdanâ wa amwâlanâ wa kulla syai’in a‘thaitanâ. Allahummâj ‘alnâ fî kanfika wa amânika wa jiwârika wa ‘iyâdzika min kulli syaithânim marîd wa jabbârin ‘anîd wa dzi ‘ainin wa dzi baghyin wa min syarri kulli dzi syarrin innaka ‘alâ kulli syai’in qadîr). Artinya, “Ya Allah, kami memohon penjagaan kepada-Mu dan kami menitipkan kepada-Mu agama kami, diri kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta kami, dan segala sesuatu yang Engkau berikan kepada kami. Ya Allah, jadikanlah kami dalam penjagaan-Mu, tanggungan-Mu, kedekatan-Mu, dan perlindungan-Mu dari gangguan setan yang menggoda, dari orang yang kejam, dari mata orang yang berniat jahat, dari orang yang bermaksud zalim, dan dari keburukan apa pun yang membawa keburukan. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang maha kuasa atas segala sesuatu.”

Oleh karenanya, semoga Allah SWT membebaskan kita dari kebergantungan kepada jin, dan hanya bergantung kepada Allah SWT semata.

In uriida illal ishlaha mastatha’tu, fa idza ‘azzamta fa tawakkal ‘alallah.

Demikian dalam masalah ini secara ringkas.

Wallahu a’lam,
Dr. Wido Supraha | (Ketua BP Daarul Uluum PUI Majalengka | Wakil Ketua Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI Pusat)


Pertanyaan seputar Aqidah, Ibadah dan Akhlak dapat disampaikan kepada Admin DU: wa.me/6287726541098

Yuk Bersama Berwakaf Masjid Pusaka Putri di bulan Ramadhan ini. Wakaf dapat melalui transfer ke nomor rekening:
• BSI: 7176948277 a.n. Panitia Pembangunan Masjid Pusaka Putri

Bukti transfer bisa dikirim melalui: 087726541098 | https://wa.me/6287726541098
Kami akan kirimkan surat dan lembar kwitansi penerimaannya kepada sahabat.

https://www.instagram.com/daarululuum1911/
https://twitter.com/daarululuum1911
https://daarul-uluum.sch.id