Filosofi Lebah dan Lalat

0
755

Perkembangan dunia saat ini sudah sangat global. Perkembangan teknologi yang sangat dahsyat. Hubungan manusia dalam berkomunikasi dengan orang di berbagai tempat yang beratus-kilometer sekarang sudah terasa sangat dekat dengan penggunaan berbagai macam teknologi komunikasi, begitupun dengan trasnportasi. Saat ini sudah tercipta berbagai jenis kendaraan yang memudahkan pencapain tempat dengan cepat dan mudah. Semua ini tercapai  berkat perkembangan ilmu pengetahuan  yang didapat manusia melalui pendidikan.

            Pendidikan adalah investasi yang sangat menguntungkan jika pengelolaannya betul-betul menghasilkan sumberdaya  manusia yang berkualitas. Karena pendidikan dapat meningkatkan  taraf hidup dan memungkinkan seseorang meningkatkan kemampuannya secara terencana. Namun jika diperhatikan masih banyak orangtua yang menerapkan  proses pendidikan pada anak-anaknya dengan mengacu pada penguasaan keilmuan,  masih menitikberatkan pada penguasaan knowing dan doing, belum mengoptimalkan potensi being – yang ada pada anak.

            Memiliki anak yang jasmaninya kuat, akalnya cerdas menguasai berbagai ilmu pengetahuan , dan memiliki karakter yang kuat adalah impian dan dambaan semua orangtua. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh At Turmudzi : “Orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling diharapkan kebaikannya dan aman dari kejahatannya, sedangkan orang yang paling buruk di antara kalian adalah orang tidak diharapkan kebaikannya dan tidak aman dari kejahatannya”. Sebagaimana seekor lebah mewakili perilaku baik dan seekor lalat mewakili perilaku tidak baik. Lebah selalu berada di lingkungan bersih dan menghasilkan madu yang menyehatkan, sedangkan lalat selalu berada di lingkungan yang  kotor dan menyebabkan penyakit.

            Perbuatan seseorang akan sejalan dengan pemikirannya, yakni jika sering berpikiran positif, perbuatannya juga akan baik; sedangkan jika berpikiran negatif, perbuatnnya juga akan akan buruk. Sehingga pada umumnya, orang akan berperilaku menyenangkan jika terbiasa memikirkan hal-hal yang baik. Rasulullah SAW menyatakan bahwa harga diri seseorang terletak pada akalnya sedangkan kedudukan terletak pada akhlaknya.

            “Kemuliaan seseorang adalah agamanya, harga diri adalah akalnya, sedangkan kedudukan adalah akhlaknya.” (HR Ahmad dan Al Hakim).

Wallahua’lam bi shawab,

Nde NoorUmi Fiza
MATSDA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here