Kuliah I’tikaf Malam ke-24 | Menuju Kemuliaan Diri Dengan Keta’atan | Drs. H. Iding Bahrudin, MA.

0
119

Menuju Kemuliaan Diri Dengan Ketaatan
Drs. H. Iding Bahrudin, MA.
Sekretaris Majelis Syuro Persatuan Ummat Islam (PUI)

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh,

Masjid Pusaka sungguh memberikan nostalgia yang begitu besar, karena disinilah ratusan bahkan ribuan kader-kader dibina semangat dan ghirah sebagai Pemuda dan Pelajar Islam tempo doeloe. Pemuda dan Pelajar yang senantiasa taat kepada Allah.

Sayyidah ‘Aisyah r.a. pernah didatangi sahabat dan ditanya, “Saya hanya seorang takmir mesjid apakah saya dapat masuk Surga bersama Rasulullah?“. Maka hal itu ditanyakan kepada Rasulullah, kemudian beliau menjawab, “Saya masuk surga bersama dengan engkau“.

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُوْلَٰٓئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

Syarat masuk Surga adalah keta’atan kepada Allah dan Rasul-Nya. Bagaimana agar kita bisa bersama para Nabi, Rasul, Shiddiqin dan Syuhada? Sebagai cerminan, bagaimana Rasulullah SAW dalam mengisi Ramadhan :

  1. Tadarus Al-Qur’an

Ramadhan sangat erat kaitanya dengan Al-Qur’an, Rasulullah SAW melakukan tadarus setiap malam di bulan Ramadhan bersama malaikat Jibril, sebagaimana sebuah riwayat hadist:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah Saw adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril As menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah Saw orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus” (HR. al-Bukhari)

  1. Qiyam Ramadhan

Rasul qiyamnya sampai kakinya bengkak. Disebutkan dalam sebuah riwayat:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا صَلَّى قَامَ حَتَّى تَفَطَّرَ رِجْلاَهُ قَالَتْ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَقَالَ « يَا عَائِشَةُ أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا ». رواه مسلم.

Aisyah r.a. berkata, Rasulullah saw. ketika melaksanakan shalat maka beliau berdiri hingga kedua kakinya bengkak. Aisyah r.a. bertanya, “Wahai Rasulullah, Apa yang engkau perbuat, sedangkan dosamu yang telah lalu dan yang akan datang telah diampuni.” Lalu beliau menjawab, “Wahai Aisyah, bukankah seharusnya aku menjadi hamba yang banyak bersyukur?”. (HR. Muslim).

  1. Shadaqah dibulan Ramadhan seperti angin berhembus
    Sungguh Rasulullah Saw orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus.” (HR. al-Bukhari)
  2. Mengawal Lailatul Qadar dengan I’tikaf

Malam yg lebih baik dari seribu bulan, maka semoga dengan i’tikaf ini kita semua dapat meraih kemulian diri menuju Persatuan Ummat Islam. Berdoalah kepada Allah agar kita dikuatkan di bulan Ramadhan dan bila kita tidak ketemu bulan Ramadhan lagi kita berdoa kepada Allah agar Ramadhannya diganti dengan Surganya Allah SWT.

Disarikan oleh Al Ustadz Andi Suhandi, S.Si., M.Pd.I.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here