Sepenggal cerita hasil perjalanan sosialisasi PPDB hari ini. Team DU datang ke sebuah desa yang nun jauh disana, dimana orang sering berkunjung ke tempat tersebut sekedar untuk melepas penat dari rutinitas harian, sebut sajah desa Tejamulya namanya. Berawal dari sebuah undangan seorang wali santri PPDU sekaligus sebagai aparat desa (Pa Ulis). Beliau sangat appreciate terhadap DU setelah melihat perkembangan putri semata wayangnya yang sekarang duduk di bangku kelas 9 MTs DU mengalami banyak perubahan dari segi akhlak dan wawasan ilmu keagamaannya, terutama dari caranya membaca Al- Quran menjadi lebih baik. Dari sinilah beliau (pa Ulis) berkeyakinan kuat untuk mentuntaskan pendidikan putrinya tersebut lanjut ke kelas 10 MA DU. Beliau (pa Ulis) sangat menanti kedatangan kami untuk mensosialisasikan tentang DU PUI majalengka ke desanya.

Singkat cerita datanglah kami ke sebuah sekolah yang ada di lingkungan desa tersebuat atas undangan beliau. Disana Kami disambut dengan senyuman ramah para dewan guru yang penuh kehangatan, lalu kami dijamu dengan cemilan khas desa Tejamulya yaitu gorengan bala-bala panas, piscok dan gehu isi. Tidak lama kemudian kami memulai mensosilaisasikan DU PUI Majalengka di hadapan murid-murid kelas 6 yang sebentar lagi akan lulus. Terpancar antusias yang luar biasa dan fokus dari cara mereka menyimak seluruh pemaparan kami, sekali-kali kamipun mengundang gelak tawa mereka sehingga suasana kelas menjadi cair. Kami tanya satu persatu tentang cita-cita mereka kelak, ada yang mau jadi guru, polisi, dokter, TNI bahkan tidak sedikit yang ingin menjadi seorang ustadz. Mendengar harapan mereka yang begitu luar biasa maka kamipun team sosialisasi yang bertugas hari itu (Riyad, Ficki, Fikri, Engkos dan Ivan) semakin tertantang untuk memperkenalkan tentang DU kepada mereka dengan antusias.

Tak lama setelah kami mengakhiri salam penutup, kami langsung diundang kembali oleh pa Ulis dirumah pribadinya yang berjarak tidak jauh dari SD tersebut. Sambil menyeruput secangkir kopi panas dan menyantap talas kukus hangat buatan istrinya, pa Ulis pun mengutarakannya kembali tekad kuat kepada kami bahwa beliau akan melakukan sosialisasi kepada warga disanah tentang pentingnya pendidikan pondok pesantren saat ini terlebih mondok di DU. “Pokonya Tejamulyamah harus katelah warganya jebolan sakola Daarul Uluum PUI majalengka pokona“, ungkapnya, dengan nada yang menggebu gebu khasnya, kamipun mengamininya kembali.

Tidak terasa saking asiknya bercengkrama dengan beliau waktupun sudah menunjukkan jam 11 siang, sehingga kami bergegas pamitan kepada pa Ulis yang berperawakan enerjik tersebut karna kami harus melaksanakan persiapan Shalat Jum’at pada hari itu. Akhirnya kamipun pamit dan pulang dengan dibekali “buah tangan” hasil dari cocok tanamnya (bawang merah dan Waluh).

Dinarasikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Al Ustadz Riyadhushshalihin, S.Pd.

https://www.instagram.com/
🐦 twitter.com/daarululuum1911
🌐 https://daarul-uluum.sch.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here